Hati dan Hati nurani yang bersih-bercahaya merupakan dua hal yang hampir identik. Yang pertama merujuk pada kata benda, sedang yang kedua merujuk pada kata sifat.
Sebagai kata benda, hati adalah kaca jendela jiwa. Hanya kaca jendela yang bersih saja yang mampu ditembus oleh sinar cahaya. Sementara kaca yang kotor apalagi hitam sudah pasti tidak akan mampu ditembus oleh cahaya karena terhalang oleh kotoran tadi. Hati yang bersih mampu merefleksikan cahaya Tuhan yang bersemayam di dalam jiwa manusia dan menjadikannya sebagai sumber tuntunan dan panutan.
Sementara makna Hati nurani yang bersih-bercahaya ialah sifat keadaan dimana hati yang bersih dan jiwa saling menyatu sehingga terpancarlah cahaya Tuhan dalam jiwa melalui hati tersebut dan membangun keadaan Hati nurani yang bersih-bercahaya.
Dengan demikian Hati nurani itu sendiri ialah sifat sebuah keadaan dimana jiwa manusia dilingkupi oleh hati yang bersih sehingga cahaya petunjuk Tuhan yang ada di dalam jiwa dapat menerangi hati, fikiran, dan tindakan seseorang dan menjadikannya sebagai sumber nilai panutan bagi seorang Manusia-Pemimpin (khalifah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar